Tampilkan postingan dengan label pengajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengajaran. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 November 2015

Bahayanya Mengikuti Orang Lain Tanpa Ilmu



Dalam menjalani kehidupan didunia ini, peluang untuk salah jalan akan terbuka apabila kita selalu mengikuti orang lain tanpa pengetahuan. Tidaklah salah mengikuti orang lain sepanjang kita mengetahui bahwa orang tersebut memang berada dijalan yang benar dan selalu mengikuti rambu-rambu kehidupan. Apakah itu nilai-nilai agama ataupun tatacara bermasyarakat.

Suatu ketika dalam perjalanan dari Jakarta ke Pekanbaru,  saya mendapatkan sebuah pengalaman berharga.  Di wilayah Propinsi Jambi, kami tersesat sejauh 8 KM. Waktu itu tengah malam. Didalam kendaraan, saya berdua dengan seorang putra. Jalanan sepi, dikiri kanan hutan.

Rabu, 18 Februari 2015

Kisah Luqman Al Hakim Dan Anaknya Dengan Seekor Himar



Apapun yang kita lakukan, akan selalu ada tanggapan dari orang-orang disekeliling. Tanggapan itu, ada yang mendukung ada pula yang menyalahkan. Akan sangat melelahkan jika kita sangat terpengaruh oleh tanggapan-tanggapan tersebut. Boleh jadi, kita akan ragu-ragu dalam beraktivitas apalagi berkreasi. Oleh sebab itu, perlu ada sebuah pegangan yang kuat di dalam diri. 

Luqman Hakim telah menasehati anaknya tentang sikap manusia dan ucapan mereka., katanya :” Sesungguhnya tiada terlepas seseorang itu dari percakapan manusia. Maka orang yang berakal tiadalah dia mengambil pertimbangan melainkan kepada Allah SWT saja. Barangsiapa mengenal kebenaran, itulah yang  menjadi pertimbangannya dalam tiap-tiap satu.”

Rabu, 07 Januari 2015

Berhasil Menuntut Ilmu Berkat Doa Ibu



Bagi para penuntut ilmu, kisah dibawah ini dapat menjadi inspirasi dalam upaya menggapai sukses. Disamping memilih bidang studi yang baik dan bermanfaat, kerja keras patut dilakukan. Hal penting yang tak boleh diabaikan adalah memohon doa orang tua, terutama ibu.

Kisah ini dimuat dalam buku” Kisah-Kisah Teladan Bakti Anak Kepada Ibu Bapak “. Sahal bin Basyar berkata:” Sulaiman bin Ayyub pernah mengabarkan bahwa pada masa kecil dia tinggal di Ray . Kala itu dia masih berumur 10 tahun. Dia bercerita,’ Suatu ketika ada seorang guru datang kepadaku. Dia mengajariku dengan cara menuntun bacaanku. Dia berkata, ‘Maju dan bacalah! Lalu saya pun berusaha keras untuk membaca surat Al Fatihah. Akan tetapi saya tidak bisa. Lidahku kelu, tidak bisa membaca. Tiba-tiba guru tadi bertanya kepadaku,’ Apakah kamu punya ibu? Saya menjawab,’Punya’. Dia menasehatiku,’ Mintalah kepada ibumu untuk mendoakan agar Allah memudahkanmu dalam membaca Al-Qur’an dan menuntut ilmu’. Saya menjawab,’ Baiklah’. Saya pulang. Sampai dirumah, saya bilang kepada ibu untuk mendoakanku. Lalu mendoakan ku seperti yang saya minta.

Rabu, 31 Desember 2014

Merasa Lebih Baik Itu Adalah Sikap Tercela



Penyebab enggannya Iblis bersujud kepada Adam adalah karena Iblis merasa lebih baik dari Adam. Iblis diciptakan dari api dan Adam dari tanah. Perbedaan penciptaan itulah yang membuat Iblis merasa lebih baik dan enggan mentaati perintah Allah untuk bersujud kepada Adam yang terbuat dari tanah. 

Penjelasan ini dapat kita temukan dalam Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat 12 dari Surah Al-A’raaf:
Apa yang menghalangimu untuk bersujud pada saat Aku menyuruhmu? Iblis menjawab:” Aku adalah lebih baik daripada dia. Engkau telah menciptakan aku dari api dan Engkau menciptakan dia dari tanah.”

Rabu, 26 November 2014

Doa Ibu Penyebab Kaki Terpotong



Sebuah keberuntungan besar bagi kita ketika masih dapat menjalani kehidupan ini bersama orang tua, apalagi bersama ibu. Namun, kita sepatutnya berusaha sungguh-sungguh menjaga perilaku. Jangan sampai membuat Ibu merasa tidak nyaman. Perlu benar-benar dijaga agar Ibu tidak sampai mendoakan yang tidak baik.

Sebuah kisah nyata, ditulis dalam sebuah buku “Kisah-Kisah Teladan Bakti Anak Kepada Ibu Bapak, Ibrahim bin Abdullah Musa Al Hazimi”. Doa seorang Ibu menjadi sebab terpotongnya kaki seseorang yaitu Az-Zamakhsyari. Nama asal Az-Zamakhsyari adalah Mahmud bin Umar bin Ahmad bin Jarullah. Dia seorang yang ahli dalam ilmu nahwu, bahasa Arab dan tafsir. Dia tidak mengikuti mazhab tertentu. 

Diriwayatkan bahwa ad-Damghani, seorang ahli kalam dan ahli fikih, pernah bertanya kepada Az-Zamakhsyari mengenai apa yang menyebabkan dia terpotong kakinya. Dia menjawab:” Doa ibuku”.

Rabu, 08 Oktober 2014

Keutamaan Surat Al-Baqarah



Memahami keutamaan surat-surat di dalam Al-Qur’an, akan semakin memberi dorongan untuk membaca, mempelajari dan melaksanakannya. Al-Qur’an itu sememangnya untuk dibaca, dipelajari dan dijadikan pegangan dalam menjalani kehidupan didunia ini. Oleh sebab itu, sudah selayaknya kita memotivasi diri untuk terus belajar dan mengajarkan Al-Qur’an.
Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir telah memberikan penjelasan tentang keutamaan surat al-Baqarah. Mudah-mudahan dengan memahami keutamaannya, kita semakin berusaha mengamalkannya sungguh-sungguh. Begitu juga dengan surat-surat lainnya.
Ahmad, Muslim, Tirmidzi dan Nasa’i meriwayatkan dari hadits Sahl bin Abi Shalih, dari ayahnya, dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda:” Janganlah kamu menjadikan rumahmu sebagai kuburan. Sesungguhnya rumah yang dibacakan padanya surah al-Baqarah tidak akan dimasuki setan”. Menurut Tirmidzi, hadits ini hasan dan sahih.

Rabu, 09 Juli 2014

Meneladani Sikap Hidup Sahabat Nabi Abdurrahman Bin Auf



Bagaimana sikap seorang Muslim dalam menjalani hidup? Apakah dengan menumpuk harta dengan sesekali peduli agama? Atau dengan beribadah terus menerus dengan meninggalkan hiruk pikuk dunia? Atau kita mengejar akhirat tetapi juga menguasai dunia untuk kemenangan dan kejayaan umat Islam?

Pilihan terakhir tentu yang terbaik. Itulah yang dicontohkan oleh sahabat Nabi, Abdurrahaman bin Auf. Ketika hijrah ke Madinah Abdurrahman dipersaudarakan dengan Sa’ad bin ar-Rabi’. Mengenai hal itu, Anas bin Malik menuturkan, Sa’ad berkata kepada Abdurrahman:”Wahai Saudaraku, aku adalah penduduk Madinah yang paling banyak hartanya, lihatlah separuh hartaku lalu ambillah”. Abdurrahman bina Auf menjawab: “ Semoga Allah memberkahimu dan berkenan dengan keluarga dan hartamu. Tunjukkanlah padaku letak pasar”. Lalu ia pergi ke pasar, dan memulai usahanya sebagai pedagang untuk mendapatkan keuntungan.

Tatkala usaha niaganya mengalami kemajuan pesat, hatinya pun tak pernah goyah karena harta yang melimpah. Ia tetap meletakkan harta pada tangan dan sama sekali tak memberi ruang dalam hatinya. Tidak cukup hanya memberi harta, Abdurrahman selalu teringat para sahabatnya. Suatu waktu, ketika hendak menghadapi hidangan yang mengundang seleranya, ia tiba-tiba menangis seraya berkata:” Mush’ab bin Umair gugur sebagai syahid dan ia lebih baik daripada aku, lalu ia dikafani dengan selimut. Jika kepalanya ditutupi, maka kedua kakinya kelihatan dan jika kedua kakinya ditutupi, maka kepalanya kelihatan. Begitu pula dengan sahabatku Hamzah, ia syahid sedang ia lebih baik dariku. Ia tidak mendapatkan kain untuk mengkafaninya selain selimut. Kemudian dunia dbentangkan kepada kami, dan dunia diberikan kepada kami sedemikian rupa. Aku khawatir bila pahala kami telah disegerakan kepada kami didunia”.

Rabu, 21 Mei 2014

Riwayat Singkat Imam Bukhari

Nama Imam Bukhari sudah sangat familiar dikalangan umat Islam. Karya tulisnya sudah banyak dibaca. Ada baiknya juga, kita mengenal pribadi beliau. Membaca riwayat singkat ulama ternama seperti Imam Bukhari, tentunya kita maksudkan untuk mengambil hikmah, pengajaran dan dijadikan motivasi. Pengajaran itu  berguna bagi kita dalam menjalani kehidupan ini. Di dalam “Shahih Bukhari-Muslim”, dituliskan riwayat singkat  Imam Bukhari (194-256 H/810-870 M):

Beliau adalah Amirul Mukminin dalam ilmu hadits. Nama lengkapnya Abu Abdullah Muhammad ibnu Ismail ibnu Ibrahim ibnu Al-Mughirah ibnu Bardizbah. Moyangnya yang bernama Bardizbah ini beragama Majusi, agama kaumnya. Putranya yang bernama Mugirah memeluk Islam dibawah bimbingan Yaman Al-Ju’fi Gubernur Bukhara (Bukhara adalah nama sebuah kota yang berada di negeri Rusia). Sehingga dia dipanggil Mugirah Al-Ju’fi.

Rabu, 19 Maret 2014

Semangat Mengikuti Pengajaran Rasulullah SAW


Para sahabat sangat antusias ketika mendapat kesempatan untuk mendengarkan pengajaran dari Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa sallam. Coba simak sikap Ubai bin Ka’ab dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad bin Hambal dari Abu Hurairah r.a:
...Rasul bersabda:” Sukakah kamu bila kuajari sebuah surat yang tidak diturunkan surat lain yang serupa dengannya didalam Taurat, Injil, Zabur dan al-Furqan? Ubai menjawab:” Saya suka wahai Rasulullah”. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Sesungguhnya aku tidak mau keluar dari pintu ini sebelum aku mengajarkannya”. Ubai berkata:” Kemudian Rasulullah memegang tanganku sambil bercerita kepadaku. Saya memperlambat jalan karena khawatir beliau akan sampai di pintu sebelum menuntaskan pembicaraannya...(Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, halaman 51, Muhammad Nasib Ar-Rifa’i)

Rabu, 26 Februari 2014

Mengambil Pengajaran Dari Sikap Iblis

Kehidupan didunia memberi peluang kepada kita untuk memilih kesempatan pada kehidupan diakhirat nanti. Ada dua pilihan. Ingin masuk surga atau masuk neraka. Surga merupakan tempat yang akan memberikan kenikmatan luar biasa, tak pernah terbayangkan. Sebaliknya, neraka merupakan tempat penyiksaan luar biasa, tak sanggup membayangkannya.

Sudah tentu, semua manusia menginginkan agar dapat memperoleh kenikmatan luar biasa di kehidupan akhirat nanti. Tidak masuk diakal jika ada yang ingin merasakan siksaan luar biasa nantinya.
Karena kenikmatan yang akan diperoleh itu luar biasa, tentu tidaklah cukup usaha alakadarnya saja untuk memperolehnya. Diperlukan usaha sungguh-sungguh dilandasi ilmu yang bukan alakadar pula.

Rabu, 19 Februari 2014

Berusaha Mensyukuri Nikmat Penglihatan


Tanggal 7 Januari 2014 menjelang magrib, dokter ahli penyakit mata memberikan vonis bahwa mata saya yang kanan tidak bisa diobati. Vonis itu diberikan setelah melakukan pemeriksaan  dengan seksama. Usaha pengobatan sangat berisiko dan hasilnya belum tentu lebih baik dari kondisi sekarang. Menurunnya daya lihat mata kanan ini, terjadi secara tiba-tiba.  Dokter pun tidak dapat memberikan jawaban yang tegas tentang penyebabnya.

Rabu, 08 Januari 2014

Pengajaran Dari Siti Hajar Dan Sejarah Air Zam-Zam


Dalam menjalani kehidupan ini, berusaha sungguh-sungguh itu diperlukan. Karena hanya itu yang bisa kita lakukan. Mengenai hasil dari usaha, kita serahkan sepenuhnya kepada Yang Maha Kuasa. Kapan dan dimana keberhasilan itu akan kita peroleh, hanya Yang Maha Kuasa itu yang mengetahuinya.
 
Pengajaran berharga diberikan oleh Siti Hajar. Untuk mempertahankan diri dan melindungi bayinya, Siti Hajar mengerahkan segenap tenaga mencari air. Ia berlari-lari, berpeluh-peluh mencarinya. Dari Bukit Shafa ke Bukit Marwa. Kemudian kembali lagi, kemudian berangkat lagi. Begitu seterusnya hingga tujuh kali. Hingga tenaganya benar-benar terkuras. Dan, pencariannya membuahkan hasil. Sebuah mata air jernih dan segar memancar tidak jauh dari kaki mungil Ismail.

Rabu, 11 Desember 2013

Berhati-hati Terhadap Hadits Palsu


Sesungguhnya sebenar-benar perkataan atau ucapan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk atau bimbingan adalah bimbingan Rasulullah. Sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan. Setiap yang diada-adakan adalah bid’ah. Segala bentuk bid’ah adalah sesat, sedang setiap yang sesat pastilah neraka tempat kembalinya.

Didalam buku Silsilah Hadits Dha’if dan Maudhu’, Muhammad Nashiruddin Al-Albani menulis bahwa hadits yang dipalsukan sangat banyak, sampai ribuan jumlahnya. Seorang zindiq (perusak ajaran Islam, penj) saja biasa memalsukan lebih dari empat ribu hadits. Bahkan dari tiga orang yang dikenal sebagai pemalsu hadits dapat dipastikan telah keluar puluhan ribu hadits palsu. Apa yang dapat pembaca bayangkan dengan hadits yang sengaja dipalsu demi tujuan-tujuan tertentu itu ? Ada yang bertendensi politis, ada yang demi ashabiyah atau rasialisme, ada yang demi membela mazhabnya dan ada pula yang mengaku demi bertaqarrub kepada Allah seperti yang diakui sekelompok firqah. Disamping itu, ada pula yang karena kesalahan tak sengaja sebagian kaum sufi, karena kebodohan dan kelemahannya dalam mendeteksi hadits yang memang bukan bidang yang dikuasainya.

Rabu, 13 November 2013

Kisah Negeri Saba, Balasan Terhadap Keingkaran


Belajar dari sejarah umat manusia dimasa lalu, memberikan pengajaran bagi kita dalam menjalani kehidupan hari ini dan masa depan. Memahami peristiwa-peristiwa masa lalu, memberikan kearifan tersendiri. Oleh sebab itu, ada baiknya kita mencoba belajar dari kehidupan bangsa-bangsa  terdahulu. 

Salah satu pengajaran dapat kita ambil dari sejarah kerajaan Saba’. Negeri yang awalnya makmur, penuh dengan kenikmatan, kesenangan dan kelapangan, berubah menjadi negeri yang berisi kesulitan. Penyebabnya adalah kekafiran penduduknya, pendustaan terhadap kebenaran serta perpindahan kepada kebatilan.

Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir 3, Muhammad Nasib Ar-Rifa’i menceritakan, bahwa Saba’ merupakan nama beberapa kerajaan di Yaman dan nama penduduknya. Kaum Tababi’ah termasuk bagian dari kerajaan Saba’, demikian pula Balqis yang menjadi sahabat Nabi Sulaiman. Mereka hidup di berbagai negerinya dalam kenikmatan, kesenangan, kelapangan dan keluasan rezeki baik berupa tanaman palawija maupun buah-buahan.

Rabu, 16 Oktober 2013

Kisah Tukang Kayu Dan Arloji (Nilai Sebuah Ketenangan)


Ada banyak masalah yang dihadapi negeri ini. Ada banyak pula tanggapan tentang masalah tersebut. Satu persoalan belum menemukan jalan keluar, sudah timbul lagi masalah baru. Tanggapan tentang masalah pertama berhenti dengan sendirinya, walaupun belum ada jalan keluar terbaik. Ramai-ramai memperbincangkan masalah baru. Belum selesai, ada lagi masalah baru. Ramai-ramai lagi. Fenomena ini sebenarnya sudah cukup lama berlangsung. Sejak negeri ini membuka kesempatan untuk berbeda pendapat. 

Ketika masih aktif dulu, jika diminta berbicara didalam suatu forum dialog, saya selalu mengemukakan pendapat bahwa dialog ini tidak akan menyelesaikan masalah. Salah-salah, menambah masalah. Tetapi, dengan ikut membicarakan sesuatu tentang negeri ini berarti sudah “turut serta”. Tentu saja, turut serta membicarakan berbagai hal tentang negeri ini bukan aktivitas buruk. Apalagi pembicaraan itu dikemas dalam forum resmi. (Dananya juga resmi)

Rabu, 18 September 2013

Kematian Yang Buruk Akibat Pengaruh Wanita


Kehadiran wanita di dalam kehidupan ini memiliki arti sangat penting. Bagi kaum laki-laki, dalam berhubungan dengan wanita, patut mempedomani panduan yang telah ditentukan di  dalam ajaran agama dan berpegang teguh kepada aturan-aturan tersebut.

Kita tentu tidak menginginkan mendapat kesengsaraan, baik di dalam kehidupan di dunia apalagi kesengsaraan di akhirat kelak akibat salah mensikapi kehadiran wanita. Langkah berjaga-jaga dan mewaspadai ketertarikan terhadap wanita, patut dipelihara didalam diri.

Rabu, 17 April 2013

Iblis Menguasai Manusia Ketika Marah Dan Mabuk Hawa Nafsu


Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita sulit menghindarkan diri dari marah dan mengikuti hawa nafsu. Padahal marah itu tidak akan menyelesaikan masalah. Boleh jadi, dengan marah, justeru persoalan bertambah. Dari media massa, dapat kita peroleh informasi, betapa banyaknya masalah yang timbul akibat tidak dapat menahan diri dari marah.

Agar terhindar dari berbagai masalah yang diakibatkan oleh marah, ada baiknya kita cerna dengan cermat penjelasan berikut. Penjelasan ini saya kutip dari Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir oleh Muhammad Nasib Ar-Rifa’i.

Rabu, 03 April 2013

Mengalami Kekurangan Tanaman Pangan Dan Buah-Buahan Akimat Maksiat


Sesungguhnya, kekurangan tanaman pangan dan buah-buahan itu disebabkan oleh aneka kemaksiatan. Abu al-Aliyah berkata, “Barangsiapa yang durhaka kepada Allah dimuka bumi, berarti dia berbuat kerusakan dimuka bumi. Hal itu karena kedamaian bumi dan langit adalah dengan ketaatan”. (Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir, Muhammad Nasib Ar-Rifa’i)

Mencermati penjelasan diatas, saya menemukan jawaban dari persoalan yang selalu dihadapi negeri ini. Yaitu kekurangan tanaman pangan. Kekurangan itu menyebabkan harga melonjak tajam. Kondisi ini berlangsung hampir setiap tahun. Bahkan dalam setahun kadang bisa terjadi lebih dari sekali.

Selasa, 18 Desember 2012

Memelihara Nilai-Nilai Agama Dalam Beraktivitas

Dalam suatu kesempatan berjalan-jalan di kota Bandung, kami mendapatkan sebuah pengalaman berharga. Ketika mendengar suara azan, saya dan isteri mencari Masjid. Terlihatlah sebuah masjid didalam kompleks perkantoran TNI. Kami masuk saja lewat pintu gerbang utama. Seorang anggota TNI segera mendekati kami dan bertanya dengan nada tegas. Ketika kami jawab bahwa kami ingin shalat ke masjid, si petugas langsung berobah sikap menjadi ramah dan mempersilakan kami masuk.

Peristiwa ini mengingatkan saya kepada beberapa pengalaman yang berhubungan dengan penegakan nilai-nilai agama. Benyak kemudahan diperoleh. Ketegasan sikap kita terhadap nilai-nilai agama, dapat memotivasi orang lain untuk ikut menghormati nilai-nilai tersebut.

Rabu, 17 Oktober 2012

Berdakwah Melalui Tulisan

Melakukan dakwah melalui tulisan, telah dijalankan oleh banyak tokoh dimasa lalu. Selama hidupnya, tokoh-tokoh ini mengisi waktunya dengan banyak menulis buku. Karya tulis ulama terdahulu itu sangat dirasakan manfaatnya sampai sekarang.
Kisah-kisah tokoh yang berdakwah melalui tulisan tersebut, seyogianya menjadi motivasi bagi kita untuk terus mengisi hari-hari di kehidupan ini dengan aktivitas bermanfaat. Bermanfaat untuk disi sendiri, keluarga dan orang banyak. Bermanfaat pada masa sekarang dan masa mendatang.