Tampilkan postingan dengan label pergaulan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pergaulan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 November 2015

Bersalaman Dengan Bukan Mahram Adalah Kemungkaran



Syaikh Isham bin Muhammad Asy-Syarif didalam bukunya “Berbagai Penyimpangan Dalam Rumah Kita” mengemukakan, bahwa berjabat tangan atau bersalaman dengan yang bukan mahram adalah sebuah kemungkaran. 

Dalam buku yang judul aslinya “Mukhalafat fi Buyutina “ itu, Syaikh Isham, menjelaskan  berjabat tangan merupakan salah satu kemungkaran. Yang dimaksud ialah jabat tangan seorang wanita dengan seorang lelaki yang bukan mahramnya dan jabat tangan seorang lelaki dengan seorang wanita yang juga bukan mahramnya. Menurut syariat, hal itu hukumnya haram berdasarkan dalil-dalil sebagai berikut:

Diriwayatkan dari Aisyah Radhiallahu anha, dia berkata:” Tangan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa sallam tidak pernah menyentuh wanita kecuali beliau memiliki (pernikahan)nya.(Diriwayatkan Al Bukhari)

Rabu, 28 Januari 2015

Kawan Pergaulan Dapat Menjadi Kendala Paling Berbahaya Untuk Mendapatkan Hidayah



Bagi yang masih merasa akan pentingnya keberadaan kawan dalam keseharian, patut memahami penjelasan Shalih bin Muqbil Al-Ushaimi tentang pengaruh kawan. Dalam buku “ 29 Sebab Tertutupnya Pintu Hidayah (judul asli Mu’awiqatul Hidayah)”, Shalih bin Muqbil Al-Ushaimi ketika menyebut kendala-kendala penting untuk mendapat hidayah (petunjuk) berpendapat bahwa kendala paling berbahaya dan sangat besar pengatuhnya kepada manusia adalah “Kawan Pergaulan”.

Dijelaskan oleh Shalih bin Muqbil Al-Ushaimi, semua merasakan betapa besar pengaruh kawan pergaulan dalam membentuk katakter perilaku. Dengan senantiasa bergaul bersama-sama, masing-masing orang akan terpengaruh dengan yang lain. Karakter adalah curian, dan jiwa diciptakan untuk cenderung meniru dan mengikuti. Karena itu anda dapati kawan pergaulan memiliki peran yang signifikan dan penting dalam mengubah jalan hidup kawan sepergaulannya.

Diantara pemuda ada yang senang iltizam (konsekuen, taat) menjalankan agamanya, tetapi kawan-kawannya menghalanginya dengan berbagai cara, sehingga ia tidak bisa merealisasikan . Diantara kiat mereka menghalangi kawan yang ingin iltizam adalah: