Kehidupan terus berjalan. Banyak hal
yang berubah. Mempersiapkan diri menghadapi perubahan itu perlu. Dapat
membandingkan suatu kondisi dimasa lalu dengan masa kini, merupakan “rahmat”
yang layak disyukuri. Salah satu perubahan yang saya rasakan adalah kondisi
penyeberangan Merak-Bakauheni. Penyeberangan ini menghubungkan Pulau Jawa dan
Pulau Sumatera.
Dimusim liburan, penyeberangan
Merak-Bakauheni selalu ramai. Apalagi pada liburan hari Raya Idul Fitri.
Sebagai salah satu lintasan mudik, penyeberangan Merak-Bakauheni akan menjadi
sangat ramai.
Beberapa kali melintasi
Merak-Bakauheni di tahun 1990 an menggunakan kendaraan pribadi, memberi kesan
tersendiri. Waktu itu, antrian kendaraan pribadi berada di Terminal 3.
Saat-saat menunggu masuk ke kapal penyeberangan, dimanfaatkan untuk saling
tukar informasi.
Ada pemandangan yang menarik. Pengemudi
dan penumpang membentuk kelompok-kelompok kecil. Berkumpul disekitar
kendaraannya. Topik pembicaraan umumnya seputar kondisi jalan. Informasi
tentang jalan memang sangat dibutuhkan untuk melanjutkan perjalanan waktu itu.





