Dalam sebuah buku “Shalat Penuh Makna, Abdul Karim
Muhammad Nashr”, diceritakan bagaimana Umar sebagai seorang pemimpin
memperlakukan seorang budak.
Ketika Umar bin Khaththab r.a mengadakan perjalanan ke
Syam, ia bergantian menaiki kendaraan dengan budaknya. Setelah mengendarai unta
sejauh satu farsakh sementara budaknya memegangi tali kekang unta itu, Umar
turun dan menyuruh budaknya untuk menaiki unta. Bergantian, Umar yang memegangi
tali kekangnya dan dituntunnya sejauh satu farsakh. Begitulah mereka berdua
melakukannya sampai ketika dekat Syam, tibalah giliran budak itu yang menaiki
unta, sedang Umar yang memegangi tali kekang unta.


