Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Desember 2015

Kisah Perjalanan Khalifah Umar bin Khaththab Ke Syam Dengan Budaknya



Dalam sebuah buku “Shalat Penuh Makna, Abdul Karim Muhammad Nashr”, diceritakan bagaimana Umar sebagai seorang pemimpin memperlakukan seorang budak.

Ketika Umar bin Khaththab r.a mengadakan perjalanan ke Syam, ia bergantian menaiki kendaraan dengan budaknya. Setelah mengendarai unta sejauh satu farsakh sementara budaknya memegangi tali kekang unta itu, Umar turun dan menyuruh budaknya untuk menaiki unta. Bergantian, Umar yang memegangi tali kekangnya dan dituntunnya sejauh satu farsakh. Begitulah mereka berdua melakukannya sampai ketika dekat Syam, tibalah giliran budak itu yang menaiki unta, sedang Umar yang memegangi tali kekang unta.

Rabu, 04 Maret 2015

Umar Dan Budaknya Bergantian Naik Unta (Kisah Keteladanan)



Banyak keteladanan telah diberikan oleh pemimpin masa lalu. Salah satu bentuk keteladanan itu adalah sikap menghargai sasama manusia. Jabatan tinggi, tidak membuat seorang pemimpin berperilaku meninggikan diri dimata manusia. Sikap seperti itu, telah diperlihatkan oleh Umar bin Khaththab. 

Dalam sebuah buku “Shalat Penuh Makna, Abdul Karim Muhammad Nashr”, diceritakan bagaimana Umar sebagai seorang pemimpin memperlakukan seorang budak.

Ketika Umar bin Khaththab r.a mengadakan perjalanan ke Syam, ia bergantian menaiki kendaraan dengan budaknya. Setelah mengendarai unta sejauh satu farsakh sementara budaknya memegangi tali kekang unta itu, Umar turun dan menyuruh budaknya untuk menaiki unta. Bergantian, Umar yang memegangi tali kekangnya dan dituntunnya sejauh satu farsakh. Begitulah mereka berdua melakukannya sampai ketika dekat Syam, tibalah giliran budak itu yang menaiki unta, sedang Umar yang memegangi tali kekang unta.

Rabu, 14 Januari 2015

Kisah Abu Hanifah Dan Orang Majusi



Banyak kisah tentang luar biasanya pengaruh perilaku seorang tokoh agama. Dengan perilaku yang terjaga, orang-orang yang berhubungan dengan tokoh agama tersebut akhirnya menemukan kebenaran. Oleh sebab itu, sudah selayaknya kita senantiasa berusaha menjaga perilaku sesuai dengan tuntunan agama. Apalagi ketika sudah dianggap sebagai pemuka agama.

Salah satu kisah keteladanan diperlihatkan oleh Abu Hanifah. Kisah ini di ceritakan dalam buku” Shalat Penuh Makna, Abadul Karim Muhammad Nashr”.

Diriwayatkan bahwa Abu Hanifah punya piutang di tangan seseorang yang beragama majusi. Abu Hanifah pergi kerumahnya untuk menagihnya. Ketika sampai di depan pintu rumah orang majusi itu, sandal Abu Hanifah terkena kotoran. Abu Hanifah melepas sandalnya, dan bersamaan dengan itu, kotoran yang semula melekat di sandalnya terbang dan menempel di dinding rumah orang majusi itu.

Rabu, 23 Oktober 2013

Kisah Nabi Sulaiman Dan Jin


Boleh jadi, masih ada diantara kita yang masih mempercayai bahwa jin mengetahui hal-hal gaib. Dengan membaca kisah Nabi Sulaiman, mudah-mudahan kepercayaan itu dapat dihilangkan. Kisah Nabi Sulaiman yang ditulis dalam Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir  membuktikan, bahwa jin itu tidak mengetahui hal-hal gaib.

Sesungguhnya, Sulaiman itu bertelekan pada tongkatnya. Dia berada dalam posisi demikian dalam tempo yang lama, yaitu sekitar satu tahun. (Hal ini merupakan dalil konkrit bahwa jasad para nabi tidak rusak; Peringkas). Setelah tongkatnya dimakan rayap, tongkat itupun rapuh sehingga jatuhlah Sulaiman ke tanah. Maka, diketahuilah bahwa Sulaiman telah mati jauh sebelumnya; dan jelas pula bagi jin dan manusia ihwal ketidaktahuan jin mengenai perkara gaib, karena sebelumnya manusia memandang jin dapat mengetahui kegaiban, dan jin pun menyatakan ketahuannya itu. 

Rabu, 06 Maret 2013

Lidah Dan Hati, Resep Berprestasi (Kisah Luqman)

Suatu kali, majikannya berkata kepada Luqman: “Sembelihkan domba ini untuk kami.” Lalu dia menyembelihnya. Si majikan berkata:” Ambillah bagian dagingnya yang terbaik.” Lalu Luqman mengambil lidah dan hati domba. Si majikan diam selama beberapa saat, lalu berkata: “ Sembelihkan domba yang ini untuk kami.” Lalu, dia menyembelihnya. Si majikan berkata: “ Ambillah bagian dagingnya yang terburuk .” Lalu, Luqman mengambil lidah dan hati domba. 

Kemudian, si majikan berkata :” Aku menyuruhmu mengambil dua bagian daging domba yang terbaik, lalu kamu melaksanakannya dan aku pun menyuruhmu mengeluarkan bagian daging domba yang terburuk, lalu kamu mengambil daging yang sama.” Luqman berkata :” Sesungguhnya, tiada perkara yang lebih baik dari pada lidah dan hati jika keduanya baik dan tiada perkara yang lebih buruk daripada lidah dan hati jika keduanya buruk.”

Rabu, 04 April 2012

Haji Dengan Sedekah


Ibnu Mubarak ulama besar dikalangan tabi’in, biasa melaksanakan ibadah haji. Dalam beberapa periwayatan disebutkan, setiap tahun ia melakukan jihat dan haji secara berselingan. Keadaan itu terus berlangsung selama 50 tahun.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Ibnu Mubarak berada di Kuffah mempersiapkan segala keperluan untuk berangkat haji. Ditengah perjalanan, ia menjumpai seorang wanita duduk ditempat sampah sambil mencabuti bulu bangkai seekor itik. Ibnu Mubarak merasa penasaran, hingga ia bertanya untuk memastikan: “ Ini bangkai atau sembelihan? Perempuan itu menjawab tanpa ragu-ragu: “ Ini bangkai, dan saya bersama keluarga hendak memakannya”.

Minggu, 18 Maret 2012

Pembentukan Perilaku Anak Sejak Dini


Sejak ibu tinggal bersama kami, ada pengalaman berharga kami dapatkan didalam pembentukan budi pekerti seorang cucu. Usianya kurang dari 5 tahun. Sekarang cucu ini sudah bisa berlaku manis terhadap ibu kami yang dia panggil dengan nenek unyang. Ketika baru sampai di rumah, dia selalu menyempatkan diri melihat nenek unyangnya. Ketika pulang, dia juga pamit.

Minggu, 11 Maret 2012

Pengajaran Dari Kepompong Dan Kupu-Kupu


Kepompong bukanlah sesuatu yang indah dipandang, bahkan cenderung menjijikkan. Didalamnya ada ulat yang akan mengalami masa tidur panjang, menjadi sesuatu ‘yang bukan siapa-siapa’. Namun inilah masa untuk mereorientasi kehidupannya dari sebuah sejarah hidup seekor ulat yang sebelumnya hanya bisa diam ditempat, menjadi kupu-kupu yang bisa terbang tinggi menjelajahi dunia lebih luas.

Jumat, 17 Februari 2012

Dibayar Lunas Dengan Segelas Besar Susu


Ada sebuah kisah yang sangat menyentuh. Kisah tentang sebuah kebaikan. Kebaikan yang diberikan, pada suatu ketika mendapat balasan jauh lebih besar. Kisah ini, patut dijadikan motivasi agar selalu memanfaatkan kesempatan untuk berbuat baik. Jika kesempatan untuk melakukan kebaikan itu datang, lakukanlah dengan ikhlas.

Kisah ini saya kutip dari Bulletin Dakwah & Informasi Pusdai Jawa Barat.
Suatu hari seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya  hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan ia sangat lapar. Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air.

Jumat, 10 Februari 2012

Memilih Ilmu Daripada Harta Dan Tahta (Kisah Nabi Sulaiman)


Dikisahkan, ada seorang raja memanggil tiga orang anaknya. Sang Raja menanyakan apa yang diminta anak-anaknya sebelum sang raja meninggal?

Anak pertama meminta harta, maka ia pun diberi harta. Yang kedua meminta tahta, maka ia pun diberi tahta.
Tapi yang ketiga bukan meminta harta atau tahta, melainkan ilmu. Maka diberikanlah ia ilmu.
Bagaimana kemudian nasib ketiga anak ini?

Setelah sang raja meninggal, harta yang dimiliki anak pertama tadi segera habis. Demikian pula anak yang meminta tahta, mengalami nasib serupa. Tahta itu terlepas. Hanya anak yang memilih ilmu yang bernasib baik. Dengan ilmunya itu, ia justeru mendapatkan harta yang banyak dan tahta yang tinggi.

Tahukah kamu siapa anak terakhir ini? Ia adalah Nabi Sulaiman Alaihissalam, putra Nabi Daud Alalihissalam.
(Sumber: Suara Hidayatullah, Edisi Nopember 2011)

Selasa, 19 Juli 2011

Nabi Sulaiman Dengan Seekor Semut.

Untuk menambah pemahaman tentang makna kehidupan, ada kalanya  kita mengambil iktibar/hikmah dari peristiwa masa lalu. Walaupun situasi dan kondisinya berbeda, namun nilai yang terkandung didalamnya selalu sesuai dengan zaman dan dapat di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Selasa, 28 Juni 2011

Kisah Seorang Pemburu dan Pola Pikir

Berfikir untuk mendapatkan sesuatu yang besar dalam hidup ini, boleh-boleh saja. Namun, tidaklah bijaksana bila mengabaikan peluang-peluang kecil. Ada sebuah kisah yang dapat diambil iktibarnya. Kisah ini saya kutip dari “Uswah…Bulletin Dakwah & Informasi Pusdai Jawa Barat”.