Tampilkan postingan dengan label Jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jepang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Februari 2012

Jadwal Kegiatan di Jepang Dan Indonesia.


“You have a schedule”: Itulah jawaban dari orang Jepang yang mendampingi kami ketika melakukan kegiatan disana.  Jadwal kegiatan selama di Jepang, sudah saya  peroleh sebulan sebelum keberangkatan.

Pagi itu, pendamping dari Jepang datang ke hotel menjemput kami. Sesuai jadwal, dia datang sebelum pukul 08.00 Waktu Tokyo.  Salah seorang bertanya, apa kegiatan hari itu. “You have a schedule”: Jawabnya.

Rabu, 18 Januari 2012

Pengalaman Berbelanja di Jepang (Shinjuku, Tokyo)


Suatu petang di Stasiun Shinjuku Tokyo. Selesai melakukan kegiatan harian, sebelum pulang ke Hotel, saya berbelanja roti di warung di sekitar stasiun Shinjuku. Seperti  kebanyakan penjual lainnya, penjual roti inipun tidak begitu bisa berbahasa Inggeris. Sedangkan bahasa Jepang saya hanya “arigato gozaimasu”.

Banyak macam roti tersedia. Bingung juga memilihnya. Ditambah lagi tidak tahu isi didalamnya. Setiap kali memilih, saya selalu menanyakan, what in side? Maksud saya, roti itu didalamnya apa. Penjual nya terlihat bingung. Akhirnya pakai bahasa internasional. Tunjuk langsung rotinya, ‘ in side’ nya diperagakan. Syukurlah, penjualnya mulai mengerti. Dengan senyum  dia menyebutkan beberapa isi roti tersebut yang tidak semuanya saya pahami.

Beberapa kali singgah di warung yang sama, kesulitan komunikasi sudah teratasi. Dengan tetap menggunakan bahasa isyarat, urusan membeli roti semakin lancar.

Selasa, 03 Januari 2012

Berkeliling Kota Shiojiri


Suatu malam di Shiojiri. Shiojiri berjarak 45 menit menggunakan kereta api dari Tokyo. Sehabis makan malam dan beristirahat sejenak, saya dan seorang teman bermaksud melihat-lihat kota Shiojiri. Kota ini mempunyai motto “ Wine City”. Hal ini saya ketahui, setelah membaca tulisan disebuah souvenir pemberian Walikota Shiojiri.

Jumat, 30 Desember 2011

Sendiri Mengurus Hotel 4 Lantai Di Shiojiri


Luar biasa. Ketika saya cek in, petugas hotel melayani sendirian. Seorang lelaki tua yang hanya menguasai bahasa Negeri nya.  Dengan bahasa Jepang disertai isyarat, sambil memberikan kunci kamar, dia menunjuk kearah sebuah tangga. Saya lihat banyak sendal tersusun rapi. Saya memahami, bahwa dia menyuruh lepas sepatu dan pakai sendal, baru menuju ke kamar. Didekat tangga itu juga tersedia tempat meletakkan sepatu. Seingat saya, hotel ini terdiri dari empat lantai dengan 28 kamar.

Senin, 19 Desember 2011

Membeli Telur Di Tokyo

Suatu pagi di Tokyo. Sambil  berolah raga jalan pagi, saya singgah disebuah toko penjual makanan di kawasan Shinjuku. Saya bermaksud ingin membeli telur yang sudah matang untuk sarapan.  Setelah menemukan pajangan telur, saya kebingungan. Telur yang sudah matang atau telur setengah matang itu bahasa Jepang nya apa.  Bahasa Inggris saya juga belum “ so good”.

Rabu, 14 Desember 2011

Memanggang Roti Di Tokyo International Centre


Suatu pagi di Tokyo International Centre ( JICA Tokyo). Penghuninya dari berbagai bangsa/negara. Pada waktu sarapan, suasana ramai terlihat di satu ruangan besar. Masing-masing memiliki gaya tersendiri, namun menyatu dalam sebuah kepentingan. Memilih makanan dan minuman.

Jumat, 09 Desember 2011

Membeli Nasi Bungkus di Tokyo

Suatu pagi di Tokyo. Sambil olah raga jalan pagi di kawasan Sinjuku,  saya singgah disebuah warung. Saya bermaksud membeli sesuatu untuk sarapan. Didalam warung, saya melihat ada nasi dalam kemasan. Kemasannya transparan.  Nasi tersebut sudah ada lauknya.