Rabu, 29 Mei 2013

Kisah Pendorong Sepeda Pengangkut Sayur Di Pekanbaru


Pagi-pagi sekali sebelum matahari terbit, beberapa orang remaja berlari disepanjang pendakian Jl. Hang Tuah Pekanbaru. Lokasinya antara Sungai Sail dan Asrama PHB (dekat Pasar Sail). Mereka menawarkan jasa mendorong sepeda kepada para penjual sayuran yang melalui jalan tersebut.

Waktu itu, wilayah Kulim dibagian timur Kota Pekanbaru merupakan sentra produksi sayur-sayuran. Para petani menggunakan sepeda untuk membawa sayuran ke Pasar Pusat. Sayuran itu berupa singkong, daun singkong, kacang panjang dan lain-lain. Para petani ini memaksimalkan sepedanya untuk membawa sayuran.


Tanjakan di Jl. Hang Tuah itu cukup tinggi. Umumnya para petani tersebut tidak kuat mendorong sepeda berisi sayuran sendirian. Para remaja yang menawarkan jasa mendorong sepeda tersebut, tentu saja sangat dibutuhkan. Ada petani yang langsung menyerahkan sepeda bermuatan sayuran itu kepada para remaja-remaja itu. Maka dua orang remaja akan mengambil alih tugas membawa sepeda sampai ke ujung tanjakan. Si petani berjalan dibelakangnya. Ada juga petani yang tetap memegang stang sepeda dan seorang remaja mendorong. Sepertinya sudah ada kesepakatan harga upah mendorong, karena tidak terjadi tawar menawar. Remaja yang sudah menyelesaikan tugasnya, akan segera berlari menuruni tanjakan menunggu sepeda berikutnya. Pemandangan ini berlangsung menjelang mata hari terbit.

Suasana di Jl. Hang Tuah tersebut, terjadi sekitar tahun l980 an. Sekarang tidak ada lagi. Sepeda sudah berganti dengan motor dan mobil. Tidak ada lagi remaja berlarian di sepanjang tanjakan.  Bahkan olah raga jalan kaki  pagi hari di Jl. Hang Tuah sudah kurang nyaman akibat ramainya lalu lintas kendaraan. Ternyata, perubahan beda-beda tipis dengan kehilangan. Semakin banyak perubahan, makin banyak pula kita kehilangan. Entahlah...
(Pekanbaru, Maret 2013)

Tidak ada komentar: