Rabu, 27 Februari 2013

Burung Bayan Di Pohon Kelapa (Pengalaman Masa Kecil)


Hampir setiap pagi, saya menyaksikan burung-burung Bayan mencari makan dipohon kelapa di pekarangan rumah.  Jumlahnya lumayan banyak sehingga suaranya cukup menarik perhatian.  Dipekarangan rumah ini memang cukup banyak pohon kelapa dan pohon-pohon lainnya. Disamping burung Bayan itu, dapat pula dengan mudah dilihat burung -burung lain seperti  Murai, Balam, Merbah, Pipit. Pada sore hari terkadang ada burung Punai. Sebuah kesenangan tersendiri dapat menyaksikan semua itu. Kesenangan masa kecil yang hanya tinggal cerita.

Kini semuanya sudah berubah. Tidak ada lagi pohon kelapa dipekarangan. Tidak ada lagi burung Bayan. Juga tidak mudah jika ingin melihat burung tersebut, kecuali di Kebun Binatang. Tidak semua kota memiliki objek wisata itu. Cucuku pun tidak mudah memahami jika diajak bercerita tentang kehidupan burung-burung  disekitar tempat tinggal masa dulu. Dia lebih familiar dengan anggrybird.

Sesulit apapun kehidupan dimasa kecil, selalu memberikan kenangan manis. Perbedaan paling nyata antara masa kecil dengan masa sekarang adalah kondisi alam. Dahulu, kita sangat akrab dengan lingkungan alam. Banyak waktu diisi dengan aktivitas diluar rumah. Bersama teman-teman sebaya, bermain dipekarangan, berenang dan memancing di sungai, mencari buah-buahan di belukar, kebun dan pinggir hutan. 

Kemajuan iptek dan peningkatan kemampuan finansial banyak orang, merubah situasi dan lingkungan. Semak belukar dan kebun, bahkan hutan disekitar kota berubah menjadi pemukiman dan fasilitas umum lainnya. Akibatnya, banyak waktu diisi didalam rumah, karena tempat bermain diluar rumah semakin terbatas. Seiring dengan itu,  fasilitas bermain didalam rumah semakin banyak pilihannya baik untuk anak-anak, remaja maupun orang dewasa. 

Bagi saya, kehadiran teknologi game dan hiburan didalam rumah, tidak dapat menggantikan nyamannya menyaksikan burung-burung Bayan di pohon kelapa. Hal ini mungkin berbeda dengan yang dirasakan oleh cucu saya. Sejak umur 3 atau 4 tahun dia sudah familiar dengan berbagai macam mainan elektronik. Kemajuan iptek dan peningkatan kemampuan finansial memang dapat merubah gaya hidup dan pola pikir. Tetapi, mungkinkah kemajuan iptek dan peningkatan kemampuan finansial dapat merubah “rasa”?
(Pekanbaru, Februari 2013)                                                  

Tidak ada komentar: