Rabu, 25 Maret 2015

Kisah Uwais Al-Qarni Dengan Umar Bin Khathab



Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bercerita:
Sungguh, kelak ada orang yang termasuk tabi’in terbaik yang bernama Uwais. Dia mempunyai seorang ibu, dan dia sangat berbakti kepadanya. Sehingga, kalau dia mau berdoa kepada Allah pasti Allah akan mengabulkan doanya. Dia mempunyai sedikit bekas penyakit kusta. Oleh karena itu, perintahkan dia (untuk berdoa)  niscaya dia akan memintakan ampun untuk kalian. (HR. Muslim)

Umar bin Khathab r.a bila datang ke pelosok negeri Yaman selalu bertanya kepada orang-orang yang ada disana:” Apakah di antara kalian ada yang mengenal Uwais bin Amir?

Suatu ketika, Umar bertemu dengan seseorang yang ternyata Uwais bin Amir. Umar bertanya kepadanya:” Apakah kamu yang bernama Uwais bin Amir? Orang itu menjawab:”Betul”.

Umar bertanya lagi:” Apakah kamu terkena penyakit kusta dan bisa sembuh kecuali ada sebesar uang dirham yang tidak tersembuhkan? Orang itu menjawab :”Ya”.

Umar bertanya lagi:”Apakah kamu mempunyai seorang ibu? Orang itu menjawab:”Punya”. Kemudian Umar berkata:” Saya pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata:’ Akan ada diantara kalian seseorang bernama Uwais bin Amir yang tinggal di pelosok Yaman dari Murad, kemudian dari Qaran. Dia mempunyai bekas-bekas penyakit kusta dan bisa hilang bekas-bekas tersebut kecuali sebesar uang dirham yang tidak tersembuhkan. Dia mempunyai seorang ibu dan dia sangat berbakti kepada ibunya itu. Kalau dia mau berdoa kepada Allah pasti Allah akan mengabulkan doanya. Kalau kamu bisa mengupayakan agar dia memintakan ampun untuk kalian, lakukanlah’. Oleh karena itu, mohonkan ampunan untukku dan untuk beliau”.

Kemudian Umar bertanya kepadanya:” Hendak kemana kamu? Orang itu menjawab:” Hendak ke Kufah”.
Umar berkata:” Kalau begitu, saya akan mengangkat kamu menjadi pegawai disana”. Orang itu menjawab:”Saya lebih suka menjadi orang-orang rendahan saja”.

(Sumber: Kisah-Kisah Teladan Bakti Anak Kepada Ibu Bapak, Ibrahim bin Abdullah Musa Al Hazimi)
Pekanbaru, Maret 2015.

Tidak ada komentar: