Selasa, 28 Juni 2011

Kisah Seorang Pemburu dan Pola Pikir

Berfikir untuk mendapatkan sesuatu yang besar dalam hidup ini, boleh-boleh saja. Namun, tidaklah bijaksana bila mengabaikan peluang-peluang kecil. Ada sebuah kisah yang dapat diambil iktibarnya. Kisah ini saya kutip dari “Uswah…Bulletin Dakwah & Informasi Pusdai Jawa Barat”.


Terbetik sebuah kisah, seorang pemburu berangkat kehutan dengan membawa busur dan tombak. Dalam hatinya dia berhayal mau membawa hasil buruan yang paling besar, yaitu seekor rusa. Cara berburunya pun tidak pakai anjing pelacak atau jaring penjerat, tetapi menunggu dibalik sebatang pohon yang memang sering dilalui oleh binatang-binatang buruan.

Tidak lama ia menunggu, seekor kelelawar besar kesiangan terbang, hinggap diatas pohon kecil tepat didepan sipemburu. Dengan ayunan parang atau pukulan gagang tombaknya, kelelawar itu pasti bisa diperolehnya. Tetapi sipemburu berfikir, “ untuk apa merepotkan diri dengan seekor kelelawar ? Apakah artinya dia dibandingkan dengan seekor rusa besar yang saya incar?

Tidak lama berselang, seekor kancil lewat. Kancil itu sempat berhenti didepannya bahkan menjilat-jilat ujung tombaknya, tetapi ia befikir, “ Ah, hanya seekor kancil, nanti malah tidak ada yang makan, malah sia-sia.” Agak lama pemburu menunggu, Tiba-tiba terdengar langkah-langkah kaki binatang mendekat, pemburupun mulai siaga penuh, tertapi ternyata…ah kijang. Iapun membiarkannya berlalu. Lama sudah ia menunggu, tetapi tidak ada rusa yang lewat, sehingga ia tertidur.

Baru setelah hari sudah sore , rusa yang ditunggu lewat. Rusa itu sempat berhenti didepan pemburu, tetapi ia sedang tertidur. Ketika rusa itu hampir menginjaknya, ia kaget. Spontan ia berteriak. ‘rusa!!!. Sehingga rusanyapun kaget dan lari terbirit-birit sebelum sang pemburu menombaknya. Alhasil,ia pulang tanpa membawa apa-apa.

Banyak orang yang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya. Ia berfikir yang tinggi-tinggi dan bicaranyapun terkadang sulit dipahami. Tawaran dan kesempatan-kesempatan kecil dilewati begitu saja, tanpa pernah berfikir bahwa mungkin didalamnya ia memperoleh sesuatu yang berharga. Tidak jarang orang-orang seperti itu menelan pilpahit karena akhirnya tidak mendapatkan apa-apa.

Demikian juga dengan seseorang yang mengidamkan pasangan hidup, yang mengharapkan seorang gadis cantik atau perjaka tampan yang alim, baik, pintar dan sempurna lahir dan batin, harus puas dengan tidak menemukan siapa-siapa.

Tidak ada komentar: